"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang Menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang Engkau anugrahkan ni'mat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat."
"Dan hendaknya ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebajikan, menyuruh pada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar,merekalah orang-orang yang beruntung."
(QS Ali Imran:104)
"Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, sungguh akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Al Ankabut : 69)
"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."
(Qs. Al Alaq 1-5)
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu dijalan Allah. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(QS. At Taubah: 41)
“Berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya dan berjuang pada jalan Allah dengan harta dan dirimu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Jika kamu berbuat demikian) niscaya Allah akan mengampuni dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir sungai di bawahnya, dan (ke dalam) tempat-tempat yang indah dalam surga And. Itulah kemenangan yang besar.”
(QS. As Shaf: 11-12)
"Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, sungguh akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Al Ankabut : 69)
"Dan hendaknya ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebajikan, menyuruh pada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar,merekalah orang-orang yang beruntung."
http://rima-smansaclp.blogdrive.com telah dipindahkan ke http://rima.smunic.com Mohon saran dan kritik mengenai blog yang baru.
NB: www.smunic.com adalah webblog khusus ditujukkan tuk kalangan siswa dan alumni SMAN1 Cilacap, bagi teman2 yang ingin mendaftarkan blognya di smunic.com dapat mengirimkan email ke bdhamas@yahoo.com dengan format judul email: regblog_namablog (*contoh: regblog_osis) sehingga nanti alamat blognya: http://osis.smunic.com, bila ada pertanyaan dapat diisi di pesan email. Email akan direspon selambat lambatnya 2x24jam.
Administrator SMUNIC.COM
Posted at 11:06 am by rimasmansa
tataqw September 5, 2008 12:06 AM PDT Assalamu'alaikum
Friend, ada kesalahan pada http://rima.smunic.com/
Versi WP yang digunakan dengan modulnya tidak cocok. Coba upgrade WP nya. Kalau belum tau caranya bisa dilihat di ebsoft.web.id
Thanx
Ziah August 5, 2007 06:45 AM PDT Sebulan yang lalu (awal Juni 2007), aku mendapat telpon permintaan bantuan dari seorang kakak (mahasiswa UNSAHID), untuk membantu menyadarkan adiknya (Mahasiswi Perbanas), yang diam-diam bergabung dengan Gerakan NII-Zaytun.Ternyata sang adik sudah setahun menjadi pengikut setia dan bahkan sudah memiliki sejumlah “anak buah”. Mereka memiliki 2 “kewajiban” yaitu memenuhi target setoran uang dan target mencari anggota-anggota baru. Sungguh menyedihkan.
Sang adik (sebut saja namanya Tri), tega membohongi orang tuanya dengan meminta uang terus-menerus untuk “urusan kampus”. Pada kesempatan lain, Tri
berdalih minta uang karena “menghilangkan ponsel teman”, “bantu teman yg masuk RS”, “memperbaiki laptop teman yang jatuh”, hingga “Biaya Kuliah Tambahan”.
Kertas catatan yang digeledah dari tasnya, menunjukkan Tri sudah menyetor uang berulang-ulang kepada “atasannya”, mulai dari 300 ribu hingga 4 juta rupiah. Termasuk catatan setoran sejumlah “anak buah” bernominal minimal 150 ribu. Hal itu sudah dilakukan berbulan-bulan!.
Kepada orang tuanya, aku menyarankan agar Tri diisolasi dulu dari lingkungan kampus. Tri tidak boleh kemana-mana. Ia harus di rumah dan dalam pengawasan 24 jam. Ponselnya harus diambil. Tidak boleh diberikan uang sedikitpun, karena bila ia masih memilikinya, ia akan diam2 menelpon dari wartel terdekat dan menghubungi kelompok brengsek itu.
Kepada Tri, aku mengajak dialog dari hati-ke-hati. Aku ingatkan ia bahwa orang tuanya begitu sayang padanya betapa pun ia (Tri) telah menganggapnya “Kafir”. Aku juga mengingatkan, bahwa di hari kiamat nanti, tiap-tiap orang akan mencari pembela untuk membantu dan membela dirinya di pengadilan Allah. Saat itu, apabila Tri mendatangi kelompoknya pastilah mereka akan cuci tangan dan menolak membantunya, bahkan balik menyalahkannya mengapa ia mau mengikuti jalan sesat!.
Setitik air mata di sudut matanya, menjadi saksi bahwa Tri mulai menyadari dan menyesali kekeliruannya. Sesekali Tri memandangi wajah ayah-ibunya, dan kemudian ia tertunduk. Semoga saja Tri memang benar-benar menyadari kekeliruannya.
Hari Kamis, 28 Juni 2007, kembali telpon di ruanganku berdering. Kali ini permintaan bantuan dari seorang bapak yang mencemaskan putrinya (Mahasiswi
Univ. Persada - Jakarta) ikut gerakan sesat NII-Zaytun. Malam harinya, aku bersilaturahmi ke rumah beliau (Bapak S) di daerah Pondok Kelapa. Aku juga berkesempatan bertemu langsung dengan putrinya yang bermasalah itu. Lagi-lagi cerita klasik berulang.
Aku cemas, gelisah, sekaligus marah. Mengapa masalah NII-Zaytun tak kunjung
tuntas. Padahal sudah sangat jelas kasusnya dan sudah ribuan orang dirugikan.
NII Zaytun sudah terbukti merusak kesehatan, membuat gangguan jiwa, meninggalkan keluarga dan menguras harta benda !.
Barangkali, gerakan NII-Zaytun akan disikapi serius oleh aparat keamanan kalau yang menjadi korbannya adalah putra-putri pejabat tinggi.Haruskah itu terjadi lebih dulu ? Haruskah menunggu korban lebih banyak lagi ?
————————
Catatan : Utk melengkapi isi buku saya “How to Fight NII-Zaytun”, saya butuh info ttg korban2 NIIZ di sekolah dan kampus terutama thn 2005-2007. Kirimkan info ke zibuyan@yahoo.com atau SMS ke 0815 8604 9900.